MENANGKAL GANGGUAN DEMIT

Pernah dengar tetangga/orang lain kehilangan uang akibat dicuri dedemit? Atau anak kecil yang sering nagis dimalam hari tapi tidak mengeluarkan air mata nah seremkan,….disini ane mau sharing cara menanggulangi gangguan dedemit/lelembut/bangsa halus( tapi bukan tepung terigu lho,….hehehe) dengan ramuan alam. Soal gangguan dedemit, atau gangguan orang yang memberdayakan dedemit, banyak jenis antisipasinya. Ada yang pakai doa, mantera, bahan-bahan alam, sarana, dan sebagainya. Semuanya berdasar saran dari berbagai orang ‘pintar’. Juga berdasar pengalaman empiris leluhur
Hingga sekarang cara-cara itu masih sering dipakai. Sebab meski zaman menjadi modern, dedemit, lelembut dan tuyul masuh suka gentayangan. Misal masih sering terdengar berita soal babi ngepet, santet, tuyul dan sebagainya. Sempat terdengar pula pro-kontra soal santet masuk undang-undang. Dan kalau kalian sedang melewati pesimpangan empat pada jam 12 malam, dan berdehem ‘hmm’ satu atau 3 kali, konon merupakan tegur sapa atau upaya numpang lewat kepada makhluk halus penunggu jalan. Sebab, perempatan jalan biasanya jadi tempat dedemit kongkow-kongkow. Bagi yang mau menghuni rumah baru, sebelum menempati disarankan syukuran atau selamatan lebih dulu sebelum menghuni sebagai sarana ‘permisi’ kepada dedemit yang lebih dulu menghuni rumah. Tapi pada rumah yang dedemitnya ‘mboys’alias punya ilmu, maka kita perlu bantuan orang pintar, baik kiai atau dukun, yang tahu adat istiadat dedemitnya. Pernah suatu ketika, orang mau membangun rumah yang sudah lama kosong, dan orang yang kencing disitu sering kesurupan, si calon penghuni mimpi didatangi dhemit yang mengancam kalau tidak memberi apa yang ia minta, akan ada korban. Sang calon penghuni lantas cari orang pintar, dan ternyata memang areal rumahnya padat dhemit kelas berat, tapi bisa diketahui apa yang diminta para barisan dedemit, antara lain sejenis minyak dan uba rampe lain, seperti tumpeng dan lain sebagainya.
Ada juga rumah yang jika dihuni lantas ada sanak keluarganya sinting, sehingga tak ada yang berani menempati rumah seperti itu. Tapi ketika ada orang memberi saran agar menyembelih ayam kate, dan darah maupun dagingnya khusus dihadiahkan kepada dhemit yang lebih dulu berada di rumah itu, tak ada lagi penghuni yang sinting. Kalau punya rumah, tapi kemudian bikin rumah kecil yang letaknya jauh dari rumah utama, dan sering kosong, itu berarti kasih kapling buat dhemit preman atau arwah penasaran yang suka nongol dan bikin orang lintang pukang. Konon, dhemit juga suka bayi. Banyak ceritera adanya bayi sehat yang semalaman menangis tanpa sebab, tapi kalau siang biasa-biasa saja. Ternyata ada dedemit senang dengan bayi, tapi suhu atau radiasi dhemit mungkin terlalu panas, atau karena dhemitnya gemes lantas mencolak-colek, sehingga si bayi menangis. Untuk ini disarankan orangtua atau keluarga si bayi membaca ayat Kursi sambil menahan nafas kemudian ditiupkan di embun-embun bayi. Kalau orang-orang tempo dulu mencegah gangguan dhemit dengan meletakkan seikat sapu lidi dan gunting dibawah bantal bayi. Ada juga yang menaruh celana bekas kakek dibawah bantal bayi untuk mencegah gangguan dhemit terhadap bayi. Tapi kalau ada bayi dihinggapi kupu-kupu pada malam Jumat Kliwon, sering dipercayai si bayi sedang dikunjungi kakeknya yang sudah meninggal. Bahkan pada masa lalu wanita yang sedang hamil sering meletakkan gunting dibawah bantal ketika hendak tidur, agar wanita dan bayi yang ada dalam kandungannya tak bisa diganggu dhemit yang gentayangan, dan tak terpengaruh guna-guna serta gangguan kuntilanak.
Selain itu pada masa lalu wanita yang sedang hamil sering menggantungkan pisau lipat kecil pada baju yang dikenakan agar demit atau arwah penasaran tak ngisruh. Soal mencekal gangguan dedemit atau serangan ilmu hitam, kalau tidak pakai sarana dari dukun atau kiai, sering menggunakan bahan-bahan dari alam, antara lain memasang bawang merah, cabe merah, dan kunyit diatas pintu rumah. Ada pula yang menggantungkan kerak minyak tanah dari tambang minyak, menanam pohon kates grendel di empat penjuru rumah. Bahkan ada yang memasang benalu bambu di atas pintu, karena benalu bambu juga bisa meredam orang berilmu tapi berniat jahat, bisa pudar. Ada pula yang membuat kumparan tembaga yang dipasang pada sudut-sudut tertentu di rumah. Meniru kebiasaan orang Cina, ada juga yang menanam tulang babi di dalam rumah agar dedemit kepanasan di dalam rumah. Soal dhemit maling, yakni tuyul, banyak diantisipasi dengan menempatkan hewan ketam alias kepiting sungai, cermin, bawang merah, cabe merah atau kacang hijau di seantero tempat menyimpan uang. Konon, barang-barang itu bisa mengalihkan perhatian tuyul. Artinya, dedemit cilik yang nyolongan demi tuannya yang manusia, tak jadi nyolong tapi justru bermain-main dengan barang-barang tersebut. Konon pula, orang yang mencabut alis mata pada malam Jumat Kliwon bisa ‘menarik’ dhemit mini alias tuyul itu untuk masuk rumah.Oke bro, semoga pengetahuan ini bisa berguna untuk kita semua……..salam artadaya

2 thoughts on “MENANGKAL GANGGUAN DEMIT

  1. salam artadaya buat sluruh jagad nuswantaraa..
    wah,saya punya pngalaman dganggu demit pak,tp yg satu ini demitny halusss pak,sampai2 rasany g trasa klo dgnggu . ni gmn ngatAsinnya y pak? ap demit millenium kale y… hihihi..
    nuwun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s