TEORI ILMIAH PIJAT

Ini merupakan catatan dari hasil analisa seorang teman yang berprofesi sebagai dokter sekaligus ahli terapis pijat, mungkin sedikit memberikan pengetahuan secara ilmiah agar semakin teorotis dan terurai secara gamblang. Diantara kita mungkin sering melakukan pijat agar lebih rileks dan sehat, namun kita perlu mengkaji lebih ilmiah dari rasa yang diperoleh tersebut sebab pijat tidak hanya terasa enak, tapi juga bagus utk kesehatan. Terapi ini sering ditemui di kamar istirahat para atlet untuk meredakan otot-otot yang bekerja terlalu keras dan sesi terapi fisik untuk membantu pasien pulih dari cedera. Seorang ilmuwan berhasil meneliti mengapa pijat berkhasiat untuk otot. Dewasa ini, sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa terapi pijat bekerja pada tingkat sel dengan cara yang sama seperti yang dilakukan obat penghilang nyeri seperti aspirin dan obat-obat anti-peradangan.seorang ahli penyakit anak mencoba menentukan mekanisme biologis dari terapi pijat dari sisi khasiat penyembuhannya. “Banyak orang berpikir tentang apa yg bisa dan tidak bisa dilakukan oleh terapi pijat. Banyak diantaranya yang menganggapnya dapat menurunkan rasa sakit, namun hanya sedikit studi yang pernah melakukan penelitian ini pada tingkat molekuler dan seluler.” para ahli medis melakukan penelitian yang melibatkan 11 pria muda yang melakukan olahraga dengan sepeda stasioner hingga merasa sangat kelelahan. Mereka menjalani biopsi otot pada masing-masing kaki sebelum menaiki sepedanya, dan setiap peserta dipilih satu kaki secara acak untuk dipijat seusai latihan. Biopsi otot—sampel jaringan halus—diambil dari masing-masing kaki, 10 menit setelah terapi pijat, dan dua setengah jam kemudian, selama masa pemulihan.

Para peneliti melakukan analisis genetik dari masing-masing sampel jaringan. “Apa yang kami lakukan adalah melihat gen apa pun yang terpengaruh dengan olahraga pada kaki dipijat maupun tanpa dipijat. Dan hasilnya didapatkan dua jalur yang berbeda.” Dalam jaringan otot pada kaki yang dipijat, para peneliti menemukan penurunan sitokin peradangan (bagian dari respon imun yang berkaitan dengan penurunan atau peningkatan peradangan), atau protein, dan peningkatan mitokondria, unit penghasil energi dalam sel, dibandingkan dengan jaringan otot pada kaki yang tidak dipijat. Peradangan merupakan indikator kerusakan jaringan, sedangkan produksi mitokondria adalah tanda-tanda pemulihan jaringan. Penelitian baru menunjukkan bahwa terapi pijat bekerja pada tingkat sel dengan cara yang sama seperti yang dilakukan obat penghilang nyeri, yang diketahui memiliki beberapa efek samping yang serius. Mereka yakin pijat dapat menjadi alternatif yang efektif dan aman yang dapat digunakan dalam praktek medis rutin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s