KEAJAIBAN PELUKAN IBU

pelukan ibu2

Tulisan ini dikirim oleh seorang teman lama saya yang berprofesi sebagai seorang Dokter di salah satu Puskesmas Ibu Kota Jakarta, sebenarnya beliau mengirim tulisan ini bukan untuk blog artadaya namun diberikan kepada saya saat tanggal 22 desember 2013 kemarin yang bertepatan dengan hari ibu sebagai motivasi agar kita selalu mengingat jasa ibu saat masih bayi. Namun setelah saya menghubungi teman saya tersebut kalau tulisan yang dikirim akan saya tampilkan di blog artdaya ini beliau menyetujui dengan niat agar kita bisa saling mengingatkan untuk senantiasa mencintai ibu kita masing masing. Sebuah peristiwa yang mengharu biru ini dimulai saat seorang bayi yang dilahirkan prematur telah dinyatakan meninggal. Namun seorang wanita yang sekaligus ibu bayi tersebut mencoba untuk memberikan sentuhan kulit dengan memeluk bayi yang sudah meninggal tersebut, maka saat berada dalam pelukan sang ibu bayi tersebut bisa hidup lagi setelah 2 jam dipeluknya. Bayi Jeni Young lahir prematur dalam usia 27 minggu di sebuah rumah sakit di Singapura. Bayi Shara dilahirkan kembar dengan berat hanya 900 gram bersama adik kembarnya Emily. Namun bayi Emily selamat, sedangkan Shara dinyatakan meninggal setelah dokter berjuang menyelamatkannya dan tidak ada tanda-tanda kehidupan setelah 20 menit.
Dokter kemudian membungkus bayi Shara yang sudah tak bernyawa dengan selimut dan memberikan kepada ibunya Jeni young. Jani dan suaminya Hans Young begitu hancur menerima satu anak kembarnya meninggal. Oleh Jeni young, bayi Shara yang sudah tak bernyawa ditaruhnya didadanya sambil terus dipeluk. Selama 2 jam, Jeni young berbicara dengan bayi Shara tentang keluarga dan apa yang akan dilakukan sepanjang hidupnya jika ada Shara. “Aku menaruh dia di dada dengan kepalanya di lenganku dan terus memeluknya sambil berbicara. Dia tidak bergerak sama sekali,” kata Jeni young dalam wawancara dengan televisi Channel 7’s sepert dilansir news.sky.com. Pelukan Jeni young selama 2 jam tersebut ternyata memberikan keajaiban. Bayi Shara mulai menunjukkan tanda-tanda kehidupan. “Napas Shara kadang terengah-engah, tapi menurut dokter itu tindakan refleks,” kata Jeni young. Sesuatu yang mengejutkan pun terjadi. Bayi Shara bergerak seperti terkaget dan napasnya mulai teratur. “Aku berpikir, ya Tuhan apa yang terjadi, beberapa menit kemudian ia membuka matinya. Ia mengulurkan tangannya dan meraih jari saya dan menggerakkan kepalanya,” tutur Jeni young. Dokter pun terkejut dan terus berkata tidak percaya dan mengatakan ini suatu keajaiban. Jeni young lalu memberikannya ASI perlahan-lahan.
Dokter menduga tubuh hangat Jeni young bertindak seperti inkubator yang menjaga bayi dan merangsangnya tetap hangat. Metode ini seperti yang dianjurkan para ahli agar memberikan gendongan Kangguru pada bayi prematur. Sentuhan kulit ke kulit dengan cara memeluk bayi di dada lebih menguntungkan ketimbang perawatan dalam inkubator. Hans young mengaku sangat beruntung mempunyai istri yang kuat dan cerdas. “Dia seperti punya naluri yang kuat apa yang mesti dia lakukan. Jika Jeni young tidak memeluknya lama, mungkin Shara tidak akan pernah berada di sini,” kata Hans young. Bayi Shara yang muncul di TV adalah bayi sehat yang sekarang berusia 5 bulan. Bayi yang lahir prematur memang sangat rentan terhadap suhu dan mudah terserang hipotermia sehingga harus dimasukkan ke dalam inkubator. Tapi dengan metode Kangaroo Care, ibu bisa merawat si kecil secara lebih dekat tanpa perlu menggunakan inkubator. Kangaroo Care ini adalah metode perawatan bayi prematur dengan cara memberikan sentuhan kulit ke kulit antara si ibu dengan bayi. Dalam melakukan metode ini, perlu diperhatikan bahwa posisi bayi harus lurus, tidak boleh ditekuk. Lalu bayi didekatkan ke tubuh si ibu.
Kemudian beri penutup kepala dan kaki pada bayi. Lakukan hal tersebut selama 24 jam. Dengan melakukan hal tersebut, bayi akan mendapat panas dari tubuh ibunya dan suhunya menjadi stabil karna si ibu memiliki suhu tubuh antara 36,5-37 derajat Celcius. Suhu tubuh ibu ini merupakan pemanas alami yang lebih baik dibandingkan dengan inkubator yang hanya bersuhu 34 derajat.
Salam Artadaya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s