PENYEMBUHAN SUFI

sufi

Artikel ini adalah pemberian oleh seorang Sufi pada tahun 2004 yang mempelajari tarekat Chistyah India sekaligus beliau adalah seorang Grand Master Energi Tradisi yang sekarang bertempat tinggal di Jakarta. Sebagai seorang pejalan spiritual beliau ingin menyampaikan pesan bahwa dalam dunia sufi juga mengenal penyembuhan holistik atau diistilahkan penyembuhan sufi. Tradisi ini dilakukan oleh guru besar beliau dalam ajaran tarekat Chistiyah saat melakukan penyembuhan dan disni juga mengisahkan biografi serta perjalanan spiritual sang Maha Guru Tarekat tersebut. Penyembuhan sufi mempersembahkan suatu penyembuhan yang dapat memberikan keringanan bagi umat Islam. Dimana penyembuhan ini mencakuppengobatan cara Islam. Ada tiga arti dari definisi sembuh yaitu: petama, sembuh dengan utuh dan baik. Kedua, tubuh dalam keadaan bebas dari penyakit baik dari luar maupun dalam. Ketiga, tubuh bebas dari segala bentuk keburukan. Penyembuhan sufi berarti sehat dalam segala aspek kehidupan manusia, termasuk dimensi fisik mental, emosional dan spritual. Penyembuhan adalah menyadari kesempurnaan diri.

Biografi
1. Riwayat Hidup
Khwaja Mu’inuddin Hasan Sanjan Chisyti adalah salah satu sufi di Ajmer, India, yang mempunyai kemampuan untuk mengobati umat manusia dengan cara-cara yang ada di dalam ajaran Islam. Yaitu dengan cara yang digunakan oleh para sufi, Khwaja Mu’inuddin Hasan Sanjari Chisyti. Dia dikenal dengan julukan-julukan Nabi al-Hind (Nabi India), Gharib nawaz (penyatuan orang-orang miskin), Khwaja-I-Khwajaqah (Imam segala iman), Khawaja-I-buzurq (Imam agung) Atha al-Rasul (pembenah Nabi), dan Khwaja-I-ajmeri (wali dari Ajmer). Ia lahir pada 1142 M atau, menurut sebagian ahli pada 1136 M, di kota Sanjar. Sebuah kota di sistan, daerah pinggiran Khurasan.Sejak kecil dia sudah dikenalkan sebuah ilmu keislaman oleh orang
tuanya di Sanjar. Ia menghabiskan masa mudanya di Sanjar dengan lebih banyak mendalami ajaran-ajaran Islam. Hingga dia meneliti tentang penyembuhan, dengan praktek-praktek dan ajaran dalam Islam. Pernah ada seseorang yang datang padanya dengan keluhan sakit dan tidak bisa berobat dengan dokter. Kemudian dia menganjurkan untuk lebih banyak mendekatkan kepada Allah dengan melakukan sholat, dzikir, do’a, puasa, dan ajaran-ajaran yang ada dalam Islam. Setelah itu seseorang tadi berguru pada Mu’inuddin Chisyti. Sehingga Khwaja Mu’inuddin Hasan Sanjari Chrisyti sering menolong orang-orang miskin dalam penyembuhan penyakit yang mereka alami, yaitu fisik dan spiritual. Khwaja Mu’inuddin Hasan Sajari Chisyti adalah murid dan pengganti Khwaja ‘Ustman Harani, sesudah berbaiat, selama dua puluh tahun, dan ia hidup bersama Syaikh ini, untuk berkhidmat kepadannya. Ia sezaman dengan Budin Najmuddin Kubra, Syaikh Awhaduddin Kimani, Syaikh Syihabuddin Suhrawardi, dan Khwaja Yusuf Hamadani dan ia juga bertemu dengan Syaikh Abdul-Qadir Jilani. Ia berurutan dengan Syaikh yang sebelum Chisyti. Urutannya seperti ada di bawah ini.

Allah, Yang Maha Tinggi, Yang Maha Kuasa
Hazur Sar-dar-I-Ka’inat Muhammad Mushthafa
Nabi Suci Islam SAW
Amin al-Mu’minin Ali r.a
Hazrat Khwaja-Hasan Bashri
Khwaja Abdul Wahid
Fuadhail Ibn Ayadl
Ibrahim Ibn Adham
Shadiq Mar’asy
Ulu Namsyad
Abu Ishaq Syami
Abdul Ahmad Abdul Chisyti
Muhammad Chisyti
Abu Yusuf Chisyti
Nashiruddin Chisyti
Mawdud Chisyti
Syarif Zibdani
Khwaja Utsman Harubi
Khwaja Mu’inuddin Chisyti dari Ajmer

Dalam garis suksesi seorang Syaikh ia adalah silsilah spiritual dari syaikh yang sekarang ke belakang. sampai kepada Nabi Muhammad SAW sebagai orang yang pertama membawa kekayaan spiritual. Silsilah sufi di atas mengikuti garis shabiriyyah dari tarekat sufi Chisytiyyah yang bermarkas di Ajmer, Rajastan, India.2 Dia meninggal pada tanggal 05 Rajab, 633H. Ketika sedang melakukan meditasi dikamar biasanya bermeditasi setelah sholat isya’dengan membaca ayat al-qur’an terus menerus tiada henti-hentinya, di dalam kamar tempat dia bermeditasi terdengarlah tertawa yang menunjukkan. kegembiraan yang meluap-luap tiada bandinganya pada malam itu, pagi harinya suara itu berganti. Muridnya pun terasa kebingungan, akhirnya dilihatlah sang guru, ternyata ruh sufi besar itu telah meninggal jasadnya, dan terdapat sinar gemerlap pada dahinya Hazrat Abu Abdullah Mu’inuddin adalah pewaris kedua puluh enam garis Hazrat Khwaja Mu’inuddin Chisyti. Syaikh Hakim Mu’inuddin Chisyti adalah syaikh yang mempunyai pengalaman dalam kesehatan sejak ia masih muda. Yakni pelayanan tanpa pamrih kepada seseorang yang sakit. Tidak ada perbuatan manusia yang lebih disukai Allah dibanding menolong makhluknya yang sakit dan menderita. Itulah yang diungkapkan oleh Syaikh Hakim Mu’inuddin Chisyti dengan menyajikan sebuah karya buku tentang penyembuhan cara sufi.

2. Karya dari Mu’inuddin Chisyti adalah:
a. Syaikh Hakim Mu’inuddin Chisyti, The book of Sufi Healing Inner Tradition International, Rochester, Vermont, 1991. Terjemahan Burhan Wirasubrata.
b. Syaikh Hakim Mu’inuddin Chisyti, The big Five of India in Sufism Ajmer, India, W.D. Begg. 1968.
c. Syaikh Hakim Mu’inuddin Chisyti, Tarekat Chisi, Tucson Amerika,
1977.

Jenis-jenis Penyakit dan Cara Penyembuhannya
Ada banyak penyakit di dunia ini yang pada umumnya bisa disembuhkan berdasarkan ilmu kedokteran. Namun masih banyak juga yang belum bisa disembuhkan oleh dokter. Misalnya hal yang menyangkut kejiwaan, dan bisa berakibat penyakit yang ada pada tubuh, dan memang keadaan kejiwaan yang tidak stabil yang tertekan merasa dikejar dosa, bisa menimbulkan penyakit yang bersifat fisik. Perasaan sakit atau gangguan rasa sakit sesungguhnya merupakan sinyal ancaman kehidupan. Apabila seseorang mampu merasakan sakit, hal itu berarti individu yang bersangkutan mampu menyadari ancaman terhadap hidupnya, dan hal tersebut akan mendorongnya untuk menyusun usaha untuk menghindari ancaman tersebut. Perasaan sakit yang dialami seseorang tidak sama dengan perasaan sakit yang dialami oleh orang lain. Rasa sakit adalah pengalaman subyektif dan tidak hanya terbatas pada pengalaman fisik semata-mata. Rasa sakit melibatkan aspek kognitif, afektif, dan perilaku sakit yang sangat dipengaruhi oleh budaya serta masyarakat sosial. Perasaan sakit adalah perasaan yang tidak menyenangkan bagi setiap orang. setiap individu ingin berusaha untuk tidak menderita sakit. Jika ia mengalami sakit, ia berharap untuk dapat segera mengatasi rasa sakitnya. dengan adanya sakit akan membelenggu kehidupan seseorang. Ketika sakit seseorang sakit dan perlu perawatan, kebebasanya berkurang. Ia mungkin harus menjaga nutrisi makananya. Ia harus berhati-hati dalam menggerakkan tubuhnya. Ia pun tidak dapat melakukan kegiatanya dengan bebas. Sakit tidak hanya membelenggu aktivitas fisik. Sakit juga membelenggu aktivitas mental. Ketika seseorang menderita sakit, ia tidak dapat melaksanakan kehendaknya sebebas ketika ia sehat. Akibatnya ia akan merasakan adanya kekangan dalam memenuhi keinginanya. Belenggu fisik dan psikis ini merupakan suatau tekanan besar dalam kehidupan seseorang. Jadi berbicara masalah penyembuhan untuk kesehatan, maka harus dilakukan secara utuh dalam diri manusia. Karena manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna. Ketika manusia diberi kebebasan untuk memahami dan menjaga karunia-Nya. Ia harus selalu bertaqwa dan melakukan perintah-perintah-Nya. Dalam diri manusia ada dua bentuk yang tidak dapat dipisahkan. Pertama, dunia insan, dimana dunia ini berupa fisik. Kedua adalah psikis dunia ruh yang tidak dapat dilihat oleh panca indera kita. Manusia di ciptakan Allah dalam bentuk yang sempurna dengan adanya fisik yang yang dapat berfungsi untuk melakukan kegiatan dala kehidupan sehari-hari dan adanya psikis atau spritual yang dapat digunakan untuk lebih mendekatkan kepada Allah. Masing-masing terdapat pada tubuh dan bekerja sesuai dengan fungsinya, maka kita dapat menjaga tubuh dari datangnya penyakit baik itu fisik atau spritual.

1. Fisik
Memang agak mudah untuk memahami fisik. Fisik merupakan sebuah bentuk pada tubuh manusia yang dapat dilihat oleh mata melalui panca indera. Suara, sentuhan, rasa, bau dan pikiran yang ada dalam otak manusia

a.Jenis-jenis dan penyebabnya
Dalam tubuh manusia terdapat rohani yang meliputi, ruh, nafs, qalb, aql, masing-masing mempunyai tempat yang mendiami tubuh ketika kita berbicara masalah-masalah jenis-jenis penyakit fisik. Maka secara tidak langsung akan berhubungan dengan keempat rohani, yang mengakibatkan penyakit pada fisik. Yaitu, penyakit yang timbul karena ketidak seimbangnan rohani atau psikis. Seperti penyakit hati (liver), jantung, pernafasan, dan tempramen tubuh akan mudah berubah, seperti panas, mdingin, kering, melalui darah. Penyakitpenyakit ini mempunyai dua macam penyebab pada fisik yang berkaitan dengan tempramen kita. Menurut Syaikh Hakim Mu’inuddin Chisty, ada empat esensi tubuh yang terdapat di hati dan merupakan bagian dari proses pencernaan yang masing-masing esensi ini.
Esensi Darah : Panas dan Basah
Esensi Lendir : Dingin dan Basah
Esensi Empedu : Panas dan Kering
Esensi Empedu Hitam : Dingin dan Kering.7
Masing-masing esensi memiliki temperamen (tabi’at), suhu dan kelembaban yang khas. Bila temperamen ini berubah atau terganggu, maka terjadilah ketidakseimbangan yang sering menyebabkan satu atau beberapa penyakit dalam tubuh. Pada tahapan yang paling penting adalah esensi lendir. Lendir digunakan untuk banyak hal didalam tubuh antara lain pelumas, sebagai pelindung terhadap benda asing, termasuk bekteri-bakteri dan sebagai lapisan isi rongga perut. Untuk penyembuhan pada penyakit jasmani, telah membuat sistem penggolongan penyakit yang disebabkan oleh terganggunya tahap pencernaan ketiga ini sesuai dengan sifat lendirnya dan sebaliknya dapat berubah yang menyebabkan ketidakseimbangan dalam tubuh. Untuk diagnosis tentang ketidakseimbangan ada sistim dietika (pengaturan makanan untuk kesehatan), memilih makanan ini didasarkan pada dua faktor, yakni panas dan dingin, makanan yang panas adalah makanan yang menciptakan efek jaringan (Neteffect), dalam tubuh yang mendorong metabolisme.
Makanan yang esensinya dingin mempunyai efek menurunkan metabolisme. Dalam pencernaan tubuh ada proses pemasukan gizi melalui mulut yang kemudian disaring dalam tubuh. Ketika dikatakan bahwa perut adalah gudang penyakit, artinya bahwa penyakit akan timbul bila proses
pencernaan ini terganggu dan lebih dulu menggunakan makanan itu untuk menyeimbangkan dan membangun kembali proses pencernaan tersebut. Untuk memudahkan penggunaan makanan dan tumbuhan sebagai obat, maka semua bahan dikelompokkan menurut derajad panas dingin yang dapat mempengaruhi. Masing-masing mempunyai empat derajad panas, derajad pertama, kedua, keempat atau dingin pada derajad pertama, kedua, ketiga, keempat. Derajad pertama : Mempengaruhi metabolisme, tapi tidak tampak sama sekali oleh penginderaan fisik. Gerakan yang paling ringan Derajad Kedua : Mempengaruhi tubuh, menyebabkan perubahan metabolis, mendorong gerakan peristaltik, keluarnya keringat, yang merangsang pencernaan Derajad Ketiga : Tidak dipengaruhi oleh tubuh, tapi mempengaruhi tubuh Derajad keempat : Menyebabkan berhentinya fungsi metabolisme Dalam derajat pertama sampai keempat mempunyai bentuk
metabolisme pada tubuh. Antara panas dan dingin, untuk panas, (aqal dan nafs) metabolisme meluas hingga tubuh akan merasa ada pendorong dalam tubuh, untuk dingin (roh dan qolb) metabolisme terhambat hingga titik kematian. Manusia hidup dengan bantuan pernafasan. Pernafasan pada tubuh melalui mulut dan hidung bila terjadi penyempitan maka kondisi yang
menimbulkan penyakit akan berkembang dengan cepat. Karena ketidak seimbangan dalam tubuh.

b. Akibat dari penyakit fisik
Keseimbangan tubuh didalam psikis sangatlah dibutuhkan karena timbulnya penyakit dikarenakan ketidakseimbangan fungsi-fungsi tubuh manusia. Yang sangat berpengaruh adalah seperti kondisi kejiwaan (rohani) yang meliputi aqal, ruh, qolb dan nafs dimana aql merupakan alam pikiran yang sering mempengaruhi tubuh, suasana hati dan perasaan, sehingga dalam tubuh tekanan empat esensi darah bisa naik atau turun. Keringat dan air mata akan bisa keluar. Ruh bisa disebut sebagai nyawa, karena nyawa adalah sesuatu yang menghidupkan eksistensi tingkat fisik, yang melalui pernapasan, dan pernafasan pun melalui hidung dan mulut. Sehingga ketika keseimbangan pikiran terganggu maka akan terganggu pula pernafasan dan menjadi sesak napas, penyakit otot, demam lelah, sakit jiwa, qalb atau hati yang berada pada jantung. Apabila hati ini dalam keadaan tidak menentu maka dapat mempengaruhi organ tubuh seperti mengakibatkan penyakit Diare, mual, sakit kepala, demam, penyakit ginjal. Nafs adalah untuk fisik merupakan nafsu, nafs mempunyai dorongandorongan emosional dan kejiwaan yang mengakibatkan tubuh terdorong melakukan hal-hal yang dilarang agama11 penyakit pada tahap nafs bersifat kronis dan akut, karena tubuh sedang mengalami pembersihan didalamnya yakni hal-hal yang mengandung racun yang tak berguna, jadi penyakit dari stasiun nafs yaitu penyakit jantung, kelamin, kangker, penyakit kuning, encok, kegemukan,13 sehingga kita juga butuh menjaga tubuh agar terhindar dari penyakit fisik dengan memperhatikan, kondisi lingkungan (udara) memperhatikan makanan, minuman dan melakukan banyak istirahat.
c. Cara penyembuhan penyakit fisik menurut Syaikh Hakim Mu’inuddin Chisyti Suatu penyakit timbul karena kondisi kejiwaan yang mengakibatkan penyakit pada tubuh menghampirinya, terutama penyakit fisik. Dalam penyembuhan sufi menyajikan sebuah gambaran yang berbeda tentang manusia dan kehidupannya. Pada penyembuhan penyakit yang ada pada tubuh manusia terutama fisik. Menurut Syaikh Hakim Mu’inuddin Chisyti, cara penyembuhan penyakit fisik yang diakibatkan oleh psikis dengan cara, memperhatikan makanan, dengan melakukan ajaran Islam, yaitu puasa, sholat, membaca Al- Qur’an, dan dibantu dengan ramuan, serta memperhatikan makanan, karena di dalam makanan terdapat sifat-sifat panas dan dingin. Untuk menyehatkan tubuh dan berkontraksi dengan baik maka harus melakukan gerakan-gerakan agar keseimbangan jasmani dan rohani tetap terjaga. Syaikh Hakim Muinuddin Chisyti menganjurkan dengan melakukan sholat, dimana dalam gerakan sholat itu dapat membantu fisik kita Gerakan sholat pertama, dengan mengangkat tangan dengan ucapan Allahu Akbar dapat merangsang jantung, kelenjar gondok, kelenjar pineal. Postur kedua, letakkan tangan yang kanan diatas yang kiri dibawah puser. Postur ketiga, membungkuk pada punggung letakkan telapak tangan pada lutut dengan jari direnggang. Manfaatnya, darah di pompa ke batang tubuh bagian atas melonggarkan otot perut, ginjal. Postur keempat, bangkit dari posisi duduk. Manfaatnya, darah segar yang bergerak naik ke batang tubuh dengan membawa toksin. Postur kelima, meletakkkan kedua tangan di atas lutut lalu rendahkan tubuh, enteng ke posisi berlutut. Manfaatnya, mengembangkan otot-otot perut, menambah aliran darah ke bagian atas tubuh, paru-paru dan mempertahankan posisi yang benar dari janin pada wanita hamil, mengurangi darah tinggi. Postur keenam, bangkit dari posisi lima lalu duduk. Manfaatnya, membantu menghilangkan efek racun pada hati dan merangsang gerakan usus besar. Postur ketujuh, ulangi gerakan-gerakan postur 5 persis. Manfaatnya, dapat membersihkan system pernafasan, penyebaran oksigen keseluruh tubuh. Postur kedelapan, duduk. Manfaatnya, dapat membantu dalam penekanan otot pada tumit, pangkal paha. Postur Kesembilan, menolehkan kepala kekanan dan kekiri sejauh mungkin dengan mengucapkan salam “Assalamu’alaikum wrahmatullahi Wabarakatuhu. Manfaatnya, dapat menguatkan otot leher. Dan yang dapat digunakan oleh para sufi untuk penyembuhan fisik adalah dengan puasa. Puasa secara fisik sangat jelas. Puasa dapat “membersihkan” kembali proses pencernaan dan memperbaiki metabolisme tubuh. Sekaligus sebagai pengobatan alamiah yang paling lama dikenal. Karena selama puasa tubuh akan menghasilkan panas demam aneh. Jenis panas yang khusus ini menyebabkan pengolahan bahan-bahan yang berlebihan secara cepat, zat yang dihaluskan menjadi bentuk yang dapat dibersihkan oleh tubuh. Sehingga dapat memberikan efek yang baik pada kesehatan tubuh. Cara penyembuhan selanjutnya adalah dengan menggunakan obat-obatan dapat berupa ramuan-ramuan, ramuan itu diformulasikan sesuai dengan sifat panas dan dingin masing-masing bahan, dan bekerja menyumbangkan kembali tempramen dari satu atau beberapa esensi tubuh, yang disesuaikan dengan dosis, aturan pakai serta cara penyimpanannya. Cara yang berikutnya adalah dengan cara membaca al-Qur’an, karena membaca al-Qur’an bisa mengatur nafas, dalam alam pernafasan, memiliki
hubungan penting bagi kesehatan yaitu:
1. Nafas adalah agen yang mengemban izin Allah.
2. Nafas berkewajiban untuk menyampaikan sifat-sifat Allah dari jantung ke berbagai pusat pikiran, tubuh dari jiwa.
3. Nafas menciptakan keseimbangan dan keselarasan dari temperamen-temperamen tubuh.
4. Nafas membawa unsur-unsur penunjang hidup dari bagian luar tubuh ke fungsi-fungsi fisiologi bagian dalam. Nafas tidak sama dengan udara dan oksigen nafas berasal dari Allah, nafas berfungsi untuk memompa paru-paru dan jantung. Sehingga pada aliran darah, dari pernafasan akan timbul vokal atau suara yang membawa al-Qur’an dari bacaan al-Qur’an itu, dan ayat yang ada dalam al-Qur’an dapat sebagai penyembuhan bila dibaca berulang-ulang tanpa putus-putus.17

2. Spiritual
Memang agak sulit untuk memahami spiritual. Karena spiritual adalah hampir sama dengan rohani yang tidak dapat dilihat oleh mata, tetapi dapat dirasakan ketika mengalami. Di dalam tubuh manusia mempunyai bentuk rohani yang berupa aql dan qolb dengan alam pikiran dan perasaan, ruh yang dapat memancarkan cahaya ke seluruh tubuh dan dapat disebut dengan nyawa. Nafs yang merupakan kejiwaan, masing-masing bisa dirasakan ketika perubahan pada perasaan, seperti menangis, emosi, gembira, sedih itu bisa saja datang secara tiba-tiba pada diri kita. Spiritual yang sebenarnya adalah suatu pelajaran yang meningkatkan kesadaran, dari spiritual ini akan lebih dekat dengan Allah melalui pancaran cahaya Ilahi.
a. Jenis-jenisnya dan penyebabnya.
Dalam gerak langkah kehidupan, tubuh jasmani melewati beberapa tahapan perkembangan, dari bayi menuju usia muda, dewasa dan tua demikian pula ruhani pun melewati tahap-tahap (stasiun) tertentu atau maqam. Stasiunstasiun ini disusun dalam urutan menarik seperti :
– Maqam an-Nafs : Stasiun egoisme
– Maqam al-Qolb : Stasiun hati
– Maqam ar-ruh : Stasiun ruhani murni
– Maqam as-sirr : stasiun rahasia Tuhan
– Maqam al-Qurb : Stasiun kedekatan pada Allah
– Maqam al-Wishdi : Stasiun penyatua.
Penyakit-penyakit lahir yang berkaitan dengan nafs, kadang-kadang berkaitan dan berbarengan dengan penyakit emosional dan kejiwaan. Pada tubuh akan berakibat dari tetap berada pada stasiun egoisme. Ketika kita bisa mengontrol egoisme maka sampailah pada maqam al-Qolb stasiun hati yang dimaksud adalah hakikat spiritual batiniah kita, bukan hati dalam arti fisik al- Qolb berarti “mengganti”, “mengubah”, “membalik” bagi sufi hati adalah alat yang digunakan untuk melakukan perubahan. Tahap berikutnya adalah maqom ruh, karena ruh merupakan pancaran cahaya dari Tuhan. Maqam ar-Ruh (stasiun ruh) ini bukan tubuh secara fisik atau otak dan pikiran serta ingatannya, tak memiliki dunia yang berbeda, yang berasal dari Tuhan dan seluruhnya milik Tuhan. Sudah pasti stasiun ruh merupakan suatu keadaan yang berkait dan siapa yang mendudukinya akan dilihat orang lain sebagai seorang yang memiliki cinta, cita dan kerohainian tinggi. Namun pada saat yang sama masih ada ketidakseimbangan lahiriyah dan emosional yang menjadi bagian dari mekanisme perjuangan seseorang menuju Tuhan. Stasiun atau Maqam al-Sirr, stasiun rahasia Tuhan. Sirr adalah sesuatu yang membuat kita lebih mulia sedangkan rahasia sirr adalah sesuatu yang tidak bisa terungkap selain Allah yang haq’ sirr lebih lembut dibanding ruh dan ruh lebih mulia dibanding kalbu, dan sirr selalu merdeka dari belenggu
tipu daya, baik dari pengaruh dunia maupun kesenangan. Stasiun berikutnya adalah al-qurb (stasiun kedekatan pada Allah) adalah “Kedekatan” tetapi ia juga berarti menyebabkan dekat, pendekatan lingkungan, hubungan dan kekeluargaan maqam ini memiliki tempat yang lebih tinggi dari dunia yang diciptakan ini. Dan yang terakhir adalah maqam al-Wishal, stasiun penyatuan, dalam stasiun ini manusia sudah sampai tingkatan yang paling tinggi sudah bisa sampai pada Tuhan karena usahausaha yang di lakukan untuk sampai singgasana Tuhan dengan penyatuan dengan Tuhan. Itulah tadi dijelaskan spiritual pada diri manusia, yang melalui stasiun atau maqam-maqam dalam pengertian tasawuf.

b. Akibat dari penyakit spiritual
Penyakit spiritual merupakan penyakit yang timbul karena kondisi kejiwaan dan tubuh tidak seimbang dalam kondisi seperti inilah akan berpengaruh pada tubuh, dan akibatnya timbul penyakit fisik. Menurut Syaikh Hakim Mu’inuddin Chisyti, akibat dari penyakit spiritual adalah dengan menyeimbangkan tubuh. Di dalam tubuh terdapat rohani yang mempunyai tingkatan maqam, di maqam-maqam dalam rohani dapat mengakibatkan penyakit spiritual , maqam tersebut adalah maqam an- Nafs pada stasiun egoisme yang dapat mengakibatkan egois, penyakit mental, penyimpangan seksual, tidak percaya diri, takut cemas, menangis, bunuh diri, depresi, maqam Al-Qalb pada stasiun hati, yang dapat mengakibatkan: marah yang sangat, munafiq, memandang dirinya penting, kurang perhatian, terlalu emosi, takut gagal, tidak konsentrasi, maqam Ar Ruh pada stasiun ruhaniah, yang mengakibatkan hilang konsentrasi, egois, menghina orang lain, menipu diri, lupa, bangga, sombong, perasaan pusing, maqam As-Sirr rahasia Tuhan.
Mengakibatkan, mengigau, kurang semangat hidup, salah tafsir, terlalu peka, sering lupa, tidak percaya pada Tuhan. Maqam Al-Qurb penghampiranpendekatan singgasana Tuhan, mengakibatkan diam, bingung, tangisan tiada henti, kegembiraan meluap-luap.
c. Cara penyembuhan penyakit spiritual menurut Mu’inuddin Chisyti Dengan penyembuhan penyakit spiritual dapat dilakukan dengan cara alami “kekuatan alami atau energi spiritual dalam kekuatan hidup yang mengendalikan diri”. Pengendalian diri dapat dilakukan dengan selalu melakukan ibadat, dan mendekatkan diri pada Allah, sehingga spiritual dalam diri kita bisa sembuh. Menurut Syaikh Hakim Mu’inuddin Chisyti, dalam penyembuhan spiritual dilakukan dengan berdzikir, caranya, pertama la ila ha illallahu: pertama-tama kita harus punya wudhu, dimulai dengan posisi duduk seperti dalam shalat, kaki dilipat dibawah badan, dapat menghilangkan “rasa waswas” dalam hati. Kedua, ketika sedang membaca kepala digerakkan mengikuti gerakan busur, mulai dengan pipi kiri berhenti di atas bahu kiri kemudian kepala diayunkan ke bawah melewati dada, lalu berhenti dengan wajah menoleh ke atas, ini dilakukan ketika mengucapkan lailaha, kemudian ketika mengucapkan suku kata ill. Kepala dijatuhkan dengan agak kuat ke arah hati, pembacaan diakhiri dengan mengangkat kepala lagi, dengan menoleh ke bawah sambil mengucapkan Allahu. Dalam dzikir ini berguna untuk mengusir kekuatan-kekuatan jahat dan mengalahkannya, mendatangkan keridhaan Allah. Mendatangkan nafkah menjadikan kepribadian yang mengesankan dan berwibawah, bila berdzikir dengan jumlah yang banyak akan menghasilkan efek-efek dalam berdzikir yaitu mencegah perbuatan jahat, mendorong untuk berbuat baik, dan melakukan hal-hal yang berguna serta bermanfaat, menghilangkan kegelisahan hati, mengubah aib sifat buruk, mengobati semua penyakit hati.Dengan cara shalat, seseorang harus berkonsentrasi, konsentrasinya itu bisa membuat ketenangan hati dan pikiranpun akan terpusat. Itulah cara yang riil untuk menyatukan seseorang dengan seluruh umat manusia. Serta melakukan hal-hal yang telah diperintahkan Allah pada umatnya, agar dalam penyembuhannya akan mudah didapat.

Cara Penyembuhan Atau Terapi yang Digunakan Oleh Kaum Sufi dalam Kehidupan Sehari-hari
Pengobatan sufi berbicara dan bekerja dalam sebuah elemen ini, iamengintegrasikan dimensi-dimensi fisik, spiritual dengan tujuan memperbaiki keseimbangan keduanya, keutuhan dan kesatuan dalam fisik dan metafisik, dari keseimbangan itulah butuh latihan yang digunakan dalam penyembuhan yang dapat menghasilkan energi tubuh yang stabil. Dimana energi ditimbulkan oleh makanan-makanan yang bergizi, oleh gerakan dan olah raga yang setiap hari kita lakukan, sehingga energi spiritual yang seimbang dapat menyatu dalam semua tingkatan, untuk menolong tubuh mencapai keadaan keseimbangan. Sehingga memberi yang terbaik untuk kedua dunia baik fisik maupun non fisik. Penyembuhan suatu penyakit fisik dan non-fisik, para sufi menggunakan
ajaran Islam. Yang meliputi, sholat, dzikir, puasa, do’a, dan membaca ayat suci al-Qur’an. Selain itu para sufi juga menggunakan obat untuk meringankan dan menyembuhkan penyakit yang berupa ramuan-ramuan baik tumbuhtumbuhan, makanan dan minuman, dengan ayat Al-Qur’an, serta tumbuhtumbuhan yang sarinya bisa dibuat minuman berbau wangi, serta melakukan perintahn-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Dengan melakukan penyembuhan cara sufi agar tubuh jasmani dan rohani terhindar dari penyakit yang membawa tubuh pada terjangkit penyakit baik fisik dan spiritual.
Pertama, dengan cara sholat, didalam shalat ada tiga aspek yaitu pikiran, perkataan dan tindakan, melakukan shalat tepat waktu dapat menumbuhkan kedisiplinan, sebelum melakukan sholat, tubuh harus dibersihkan dari kotoran jasmani, dan dapat mengkonsentrasikan pikiran pada Allah, selain itu, dalam gerakan sholat juga dapat membantu menyehatkan tubuh (fisik) karena sama dengan senam.24 yang dapat mempengaruhi kesehatan badan, sehingga dapat mencegah dan dapat sebagai penyembuhan.
Kedua, berdzikir dengan membaca la ilahaillallah. Dan napas ditahan serta dengan menggerakkan kepala. Manfaatnya: mencegah perbuatan jahat, mendorong orang untuk berbuat baik, menghilangkan kegelisahan hati, serta dapat menyembuhkan penyakit fisik melatih otot-otot leher, dan hati agar tetap sehat.
Ketiga penyembuhan dapat dilakukan dengan puasa, selain untuk melatih diri agar tetap terkendali dari sifat-sifat emosi, sombong dan sifatsifat buruk yang berkaitan dengan rohani dan untuk manfaat puasa pada fisik adalah menjaga dari naiknya kadar lemak dan zat asam dalam tubuh, dan dapat mengobati berbagai penyakit yaitu: menghilangkan kelebihan lemak dalam badan, kencing manis, mengurangi ketegangan urat saraf, mengurangi sakit sendi. Sebelum melakukan puasa perlu memakai niat untuk berpuasa melakukannya untuk membersihkan tubuh dan memperbaiki kesehatan, namun, ini adalah niat yang tidak tepat untuk memulai suatu puasa.
Keempat dengan melalui do’a meminta kepada yang kuasa agar penyakitnya hilang, karena do’a adalah ibadah, ketika seorang mukmin dalam keadaan dicoba kecemasan dan kekhawatiran khusus dalam kondisi sakit parah baik fisik maupun psikis. Psikis yaitu ketidaktenangan pada jiwa, selalu gelisah, sedangkan fisik yaitu, penyakit yang dideritanya tak kunjung sembuh,
atau penyakit ringan sekalipun ketika berdoa diawali dengan niat sanjungan untuk Allah dan diawali dengan pujian atau sanjungan untuk Allah, mantap dan yakin akan terkabul, memohon dengan kerendahan hati.
Kelima, membaca ayat suci Al-Qur’an karena Al-Qur’an sebagai kitab suci Islam, di dalamnya terdapat teks-teks atau huruf-huruf Al-Qur’an yang memiliki kesucian khusus serta patut mendapat penjagaan dan penghormatan khusus.26 banyak terkandung manfaat dan fungsinya untuk manusia, terutama membantu dalam penyembuhan penyakit keragu-raguan, penawar hati dan penyakit kebodohan. Kitab suci Al-Qur’an juga sebagai praktik pernafasan, karena dalam pernafasan itu bisa mengatur kesenangan, kesedihan, kegembiraan, kemarahan, kecemburuan, dan emosi-emosi lainnya. Pernafasan juga sebagai pengontrol diri, dan dapat mengeluarkan dan memasukkan oksigen yang dapat dibutuhkan oleh tubuh fisik. Selain cara-cara penyembuhan penyakit fisik maupun spiritual dengan ajaran Islam maka penyembuhan penyakit itu bisa dengan makanan dan minuman, yang sangat dibutuhkan tubuh untuk mempertahankan hidup dalam bidang fisik. Dalam makanan mempunyai sifat panas dan dingin yang dapat membantu dalam kesehatan, untuk sifat panas dan kering seperti jintan manis, apel, pisang, kemangi, roti, mentega, wortel, sayuran-sayuran yang berwarna hijau, biji-bijian, kacang-kacangan, buah-buahan dan beras.27 semua makanan ini bisa sebagai penyembuhan penyakit, tapi jangan memakan makanan yang terlalu banyak, karena tidak baik di dalam perut. Selain makanan, suatu penyakit butuh obat yang seperti ramuan-ramuan yang ada dengan memanfaatkan tumbuh-tumbuhan yang diciptakan oleh Allah, tumbuh-tumbuhan ini tidak sebagai makanan sehari-hari tetapi fungsinya untuk membantu dalam pengobatan penyakit pada tubuh fisik, dan para sufi sering menggunakannya sebagai penyembuhan. Dengan melihat dosis untuk usia, sesuai berat dan ukuran, aturan pemakaian, lalu dibuat resep untuk suatu penyakit fisik. Penyakit kurang darah, kejang jantung, radang sendi, sakit gigi, ngompol, mulas, sakit kepala, bronchitis, flu, batuk, kencing manis, dan masih banyak lagi.Ayat Al-Qur’an sebagai bentuk lahiriah Al-Qur’an, ditulis dengan huruf Arab, dimana huruf ini bisa sebagai penyembuhan penyakit, dengan cara menulis huruf Al-Qur’an di dalam secarik kertas dan disuarakan dengan do’a bisa ditempelkan pada tubuh yang sakit, atau ayat Al-Qur’an ditulis pada gelas lalu dihilangkan dengan air, airnya diminum sebagai obat.29 Dan dengan membaca surat Al-Fatikah dengan dibaca tidak putus-putus dan berulangulang, bisa digunakan untuk penyembuhan penyakit jiwa, caranya membaca bismilah sebanyak 11 kali. Cara itu banyak digunakan oleh para sufi, dan atas izin Allah. Selain itu suatu bunga juga sangat bermanfaat untuk penyembuhan seperti bunga mawar, dimana bunga mawar yang mempunyai bau wangi itu bisa sebagai aroma, dan sari ruh bunga mawar sebagai minyak untuk menyembuhkan penyakit fisik dan spiritual. Selain bunganya, daun bunga mawar yang sudah kering dibentuk tulisan Allah, dengan dibantu bacaan ayat Al-Qur’an dan dibacakan bismilah sebanyak 706 kali, bisa digunakan untuk penyembuhan. Dan dapat menggunakan ramuan tumbuhan lain yang mempunyai aroma wangi, seperti kayu manis, bunga melati, kayu cendana,
dan (bunga) pacar.

Salam Artadaya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s