KESURUPAN : GANGGUAN MAHLUK HALUS ATAU GANGGUAN JIWA?

2012-09-20-11.32.42

Nuansa mistis selalu hadir saat ada orang kesurupan, baik kesurupan massal maupun individual. Anggapan bahwa makhluk halus telah merasuki korban akhirnya memunculkan berbagai ritual pengusir setan. Benarkah makhluk halus penyebabnya? salah satu pakar Psikologi membenarkan adanya tanda-tanda atau gejala yang bisa menyertai saat orang akan kesurupan. Tidak sulit untuk dikenali oleh orang awam, sebab kadang hanya berupa keluhan-keluhan ringan sehari-hari. “Gejala yang muncul bisa berupa spektrum ringan seperti diawali dengan kondisi tubuh yang lemas, pusing, berdebar, keringat dingin, pingsan beberapa saat dan meronta ketika bangun,”. Meski demikian, gejala itu bisa sangat bervariasi pada setiap orang. Beberapa orang tidak mengalami lemas dan pusing, melainkan justru gelisah dan tidak tenang. Pendek kata, terjadi perubahan perilaku yang membuat orang tersebut tampak aneh. Orang-orang yang menjadi gelisah atau agitatif saat akan kesurupan biasanya akan mengalami depersonalisasi atau hilang kesadaran akan identitasnya sendiri. Fenomena ini terjadi karena saat kesurupan, pasien mengalami perubahan identitas menjadi seseorang yang lain. Disorientasi lingkungan juga bisa terjadi saat orang mengalami kesurupan. Pasien mendadak merasa asing dengan lingkungan tempat ia berada, lalu mulai gelisah dan makin lama akan semakin panik dan akhirnya menjadi histeris.
Saat berteriak-teriak inilah biasanya orang dikatakan kesurupan. “Seseorang yang kesurupan bisa saja tidak tahu ada di mana dan tiba-tiba merasa di suatu tempat yang dia takuti,”. Kesurupan adalah bagian dari suatu gangguan konversi atau disosiatif yang merupakan gangguan jiwa neurotik. Namun, fenomena ini bisa diatasi secara medis. “Secara global peristiwa ini dipengaruhi oleh faktor psikososial dan lingkungan yang terdiri atas dua faktor, yakni faktor biopsikososial (seperti tekanan dalam bentuk sugesti) dan faktor sosiokultural (kepercayaan masyarakat Indonesia mengenai unsur-unsur mistis),” lanjutnya. Salah satu fenomena yang hingga kini masih sulit dijelaskan secara medis adalah kesurupan yang membuat seseorang tiba-tiba bisa berbahasa asing. Fenomena ini umumnya merupakan salah satu bentuk konversi, namun harus dilihat dulu apakah bahasa asing yang digunakan itu benar. Ada kalanya orang tersebut sebenarnya menguasai bahasa asing, namun dalam kondisi sadar tidak terlalu PD (percaya diri) untuk menggunakannya sehingga tidak ada yang tahu. Nah, jika dalam kondisi kesurupan menjadi lebih PD maka orang akan menganggapnya sedang kesurupan arwah orang asing.
Perempuan Lebih Rentan Terkena Kesurupan
Dalam berbagai kasus kesurupan massal, yang menjadi korban atau pasien kebanyakan adalah kaum perempuan. Tak heran jika kemudian muncul anggapan bahwa perempuan lebih rentan kesurupan. Fakta ini pun diakui oleh pakar kesehatan jiwa. “Dari fenomena yang selama ini terjadi, bisa dikatakan kesurupan lebih banyak terjadi pada wanita dibanding, kesurupan disebabkan juga oleh faktor psikososial seperti sedang ada konflik, stres dalam menghadapi ujian dan sebagainya. Sayangnya tidak dijelaskan mengapa faktor-faktor tersebut lebih banyak menyebabkan kesurupan pada perempuan dibanding laki-laki. Dalam pemahaman orang awam, perempuan lebih sensitif secara emosional. Termasuk dalam kasus-kasus kesurupan massal, perempuan dianggap lebih mudah terbawa oleh suasana sehingga lebih mudah tertular saat ada orang lain di sekitarnya yang sedang kesurupan.

Cara Membedakan Kesurupan Mahluk Halus dengan Kesurupan Gangguan Jiwa
Untuk mengetahui penyebab kesurupan dari seseorang, kita tidak hanya bisa berpatokan pada pendapat ulama saja atau pendapat ahli kejiwaan saja karena masing-masing pihak biasanya bersikeras bahwa teorinya lah yang paling benar. Ahli kejiwaan biasanya tidak akan mau mengakui bahwa kesurupan juga bisa terjadi karena mahluk halus. Begitu juga para ulama maupun praktisi supranatural hanya mengetahui bahwa penyebab kesurupan adalah mahluk halus. Padahal kesurupan juga bisa terjadi karena gangguan kejiwaaan. Lalu bagaimana membedakan kesurupan yang yang disebabkan oleh mahluk halus dan kesurupan yang disebabkan oleh gangguan jiwa?
Bagi praktisi supranatural sebenarnya mudah karena dengan berbagai metode bisa mendeteksi apakah ada mahluk halus atau tidak didalam tubuhnya. Dengan dibacakan ayat-ayat tertentu yang diambil dari kitab suci maka orang yang kesurupan akan bereaksi terhadap ayat-ayat yang kita bacakan atau bereaksi jika kita menyalurkan tenaga dalam ke tubuhnya yang diduga ada mahluk halus. Reaksinya misalnya berteriak kepanasan atau meminta ampun. Jika orang yang kesurupan tidak bereaksi terhadap ayat-ayat yang dibacakan atau tidak bereaksi terhadap metode supranatural untuk menyembuhkan kesurupan maka hampir bisa dipastikan bahwa kesurupan tersebut karena adanya gangguan kejiwaan, kepribadian ganda dan sejenisnya. Bagi dokter kejiwaan, solusi kesurupan biasanya disuntik obat penenang. Jadi kasihan jika orang yang kesurupan karena mahluk halus malah dikasih obat penenang yang notabene obat kimia. Dengan kita memahami hal-hal supranatural dan juga memahami masalah kejiwaaan, maka kita bisa memberikan solusi penanganan yang tepat untuk korban kesurupan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s