Meditasi tidak berguna…..

Manusia Gagal

Meditasi bukanlah hanya duduk diam. Meditasi merupakan perjalanan kedalam diri. Inilah taubah. Sehingga meditasi seharusnya menghaluskan rasa sehingga empati terbangkitkan. Dengan terbangkitkan empati dalam diri, rasa kasih akan terkembangkan. Meditasi menaikkan jiwa berkembang secara universal. Pemahaman meditasi untuk mencari kesaktian dan kekayaan mesti dihilangkan. Tujuan seperti ini akan membelokkan tujuan kelahiran. Menghapuskan ego. Ego inilah yang mesti dinafikkan dalam kehidupan. Egolah penyebab kelahiran kembali. Jika meditasi masih bertujuan untuk memperoleh kedigdayaan dan harta benda, kita masih berpijak pada kepentingan duniawi. Karena meditasi dimaksudkan untuk merenungi apakah tujuan kehidupan. Banyak para sufi menyatakan bahwa saat kebendaan eksis dalam hati tiada mungkin Tuhan bertahta di sana. Saat hanya kebendaan yang ada di dalam hati tiada mungkin kita kembali ke Dia Yang Maha tiada. Dengan pemahaman hal tersebut bisa ditarik suatu kesimpulan bahwa meditasi atau tapa yang bertujuan untuk mendapatkan kedigdayaan atau kekuatan akan memperbesar ego. Dengan kata lain meditasi yang dilakukan menjadi salah jalan. Jika meditasi sudah tepat, pikiran, ucapan dan perbuatan kebajikan. Kebajikan adalah segala sesuatu yang bertujuan untuk kebaikan bersama bukan hanya untuk kepentingan golongan, kelompok dan diri sendiri. tidak mudah memang namun mesti di dorong dengan kesadaran bahwa itulah tujuan dalam kehidupan ini.
Kesadaran yang diperoleh dalam duduk diam mesti diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jika tidak, mesti tidak ada gunanya. Penyembahan atau doa kita kepada Tuhan tidak berguna jika tidak diterapkan dalam keseharian. Penyembahan kepada Dia yang tidak tampak boleh dikatakan tidak berguna jika tidak memberikan dampak positif terhadap yang nyata. Sesungguhnya lah nyata tidak nyata satu adanya. Semua pikiran, ucapan dan perbuatan mestinya memberikan manfaat bagi sesama baik yang hidup maupun yang mati. Mati berarti tetap. Tiada sesuatu di muka bumi yang tetap. Semua dalam proses perubahan. Dapat dipastikan bahwa ada energi yang mendorong terjadinya perubahan. Itulah energi keilahian. Dengan kata lain bahwa sesungguhnya di setiap benda ada energi tunggal yang mengakibatkan terjadinya perubahan. Energi ini hanya satu adanya. Energi inilah yang mesti kita lihat di balik segala sesuatu benda. Benda tersebut di katakan mati karena tidak bergerak tetapi di dalam benda tersebut terjadi proses perubahan.
Selama ini kita terbataskan sebatas pandangan fisik. Kita lupa bahwa yang abadi bukanlah fisik. Perhatian kita pada hal-hal fisik yang berakibatkan terjadinya kesedihan. Dengan meditasi atau muroqobah dalam bahasa Arabnya kita berupaya menyadari dan peduli bukan hanya lapisan fisik. Senang susah terjadi karena kita melupakan lapisan diri yang lainnya. Dengan kata lain, kita masih terbataskan atau terjebak pada lapisan luar/badan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s