Paseduluran Tanpa Tepi

nusantara

Paseduluran Tanpa Tepi

Secara tinggi dalamnya lautan jauh lebih rendah daripada tingginya langit,
Secara cahaya puncak malam lebih tak mempunyai nya daripada terik siang,
Secara luas sumurku tak ada apa apanya dibandingkan membentangnya samudra,
Sejak kapan itu menjadi ukuran?
Yang tampak mata tak selalu bisa diraih, yang tersembunyi dibelakang kepala malah mudah untuk dipilih
Yang bersuara keras kadang menggetarkan jiwa tapi justru yang lirih yang mampu munusuk
sukma
Mulut bersuara mampu mengatakan ribuan kata, tapi justru diam yang mengandung sejuta
makna
Sejak kapan itu jadi perbandingan?
Aku tak lebih tak kurang dari kamu
Kamu tak lebih tak kurang dari dia
Dan dia tak lebih tak kurang dari kita
Sejak kapan lebih dan kurang menjadi
Perbincangan?
Ke-Tanpa-an menumbuhkan ke-Ada-an
Seperti kelebihan yang menumbuhkan
Kekurangan
Tepi menumbuhkan batasan
Seperti waktu yang melahirkan ruangan
dan …
Aku adalah aku
Kamu adalah kamu
Aku adalah kamu, dan kamu adalah aku
Maka hanyalah ada kita
Ketika ke-Tanpa-an ada untuk disyukuri
Ketika batasan tak berarti tepi
Ketika lahir sebuah kebersamaan
maka …
Paseduluran ini adalah tanpa tepi.

One thought on “Paseduluran Tanpa Tepi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s